Pages

Showing posts with label salah. Show all posts
Showing posts with label salah. Show all posts

Thursday, 28 April 2016

Ortu pun Pernah Salah

sini
Sebuah e-mail dari teman, saya terima pagi ini. Bertanya kabar dan mengkomentari aktivitas saya setahun terakhir ini. ‘Keren kamu, bisa move on dari wanita bekerja menjadi ibu rumah tangga. Seru sepertinya hidupmu, tidak membosankan!’

Sejujurnya agak malu membaca isi e-mail-nya. Sebab, saya tidak sehebat seperti apa yang dipikirkannya. Tetap ada saat-saat bosan dan kadang ingin bekerja kembali di luar rumah. Bisa bebas ngobrol dengan teman-teman di kafe tanpa terikat waktu dan memikirkan anak di rumah.

Friday, 27 January 2012

Keliru ? Tak Bisa ? Tak Juara ? Tidak Apa-apa Nak…

berinisiatif dalam kelompok
“Bu, ini jawabannya benar tidak ?” tanya seorang murid ketika ia baru saja menyelesaikan soal nomor satu. Saya mengangguk membenarkan. Tak lama berselang, dia menghampiri lagi dan bertanya apakah jawaban selanjutnya benar. Saya mempersilahkan untuk menyelesaikan dulu tugasnya. Tapi dia tak beranjak. Sedikit mendesak untuk mengetahui jawaban keduanya benar atau tidak. Saya pun menjawab akan dikoreksi saat semua nomor telah dikerjakan. Tak perlu takut keliru, bila memang telah sungguh-sungguh mengerjakan. Percaya kepada kemampuannya. “Jadi boleh kalau nanti ada yang salah ?” Saya mengangguk. Baru murid saya kembali ke bangkunya.

Di lain waktu, seorang murid mengatakan tidak jadi ikut lomba. Takut tak menang katanya. “Lho? Belum dicoba kok sudah tahu kalau tak juara ?” tanya saya. “Iya,bu. Soalnya kakak bilang aku tak mungkin menang, lawannya hebat-hebat.” Hm…

Pada saat-saat tertentu di kelas, saya meminta anak-anak menyelesaikan sesuatu secara berkelompok dan tanpa saya memberikan petunjuk. Mereka bebas memilih cara penyelesaiannya asalkan semua teman setuju dan rukun. Sesuatu itu kadang berupa kasus berhitung, memutuskan nama kelompok, menyusun puzzle, atau membagi benda secara merata.

Thursday, 22 December 2011

Because i'm the leader ...

Baru saja usai uji kompetensi di sekolah. Anak-anak pun sekarang telah libur. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan telah berlalu. Meski begitu, selalu saja ada cerita bila bersama mereka. Selalu ada saja ide untuk menulisnya.

berdiskusi,
belajar mendengarkan dan didengarkan
Setiap uji kompetensi, selalu ada daftar hadir yang beredar. Anak-anak harus menuliskan nama mereka. Memakai pensil tentu sebab anak kelas 2 sekolah dasar masih menggunakan pensil sebagai alat tulisnya. Mereka selalu senang menulis nama di daftar hadir itu karena hal baru bagi mereka.

Mereka pun menanyakan kegunaan daftar hadir tersebut dan mengapa mereka harus menulis nama. Mengapa nama  dan bukan tanda tangan ? tanya seorang anak yang pernah melihat ayahnya menandatangani daftar hadir. Saya pun menjelaskan sebenarnya boleh memakai tanda tangan asal bentuknya selalu sama, tidak berubah-ubah. Maka, berekspresilah beberapa murid saya membentuk tanda tangannya. Ada yang memakai smile, bintang di atas, tanda hati, dan bendera negara yang disukai. Hm...

”Bu, mengapa nama saya kok selalu ada di nomor 16 ? Saya kan ketua kelas. Boleh tidak pindah di nomor 1 ?”

Sebuah pertanyaan mengagetkan dari seorang anak saat saya mengedarkan daftar hadir di hari ketiga uji kompetensi.