Pages

Showing posts with label bimbingan. Show all posts
Showing posts with label bimbingan. Show all posts

Monday, 25 July 2016

One by One di Lebaran Pertama Si Bocah

dari sini
‘Hari ini kita berkunjung ke rumah gurunya Bunda, ya?’ tanya saya disambut anggukan kecil Si Bocah. ‘Kalau di sana, mengambil kuenya…?’

‘One by one’, jawabnya mantab. Saya pun tersenyum dan mengajaknya tos. Kesepakatan kecil yang selalu saya lakukan sebelum berangkat ke suatu tempat (terutama berkunjung ke rumah seseorang) sejak usianya genap 3 tahun dan mulai mengerti aturan sederhana.

Lebaran tahun ini adalah lebaran pertama kalinya Si Bocah berkunjung ke rumah orang lain dengan aturan one by one. Mengambil kue atau makanan apapun itu satu per satu. Satu dihabiskan dulu, baru mengambil lagi. Tidak langsung mengambil banyak dalam satu genggaman apalagi pakai di masukkan ke dalam kantong baju segala hehehe.

Friday, 27 January 2012

Keliru ? Tak Bisa ? Tak Juara ? Tidak Apa-apa Nak…

berinisiatif dalam kelompok
“Bu, ini jawabannya benar tidak ?” tanya seorang murid ketika ia baru saja menyelesaikan soal nomor satu. Saya mengangguk membenarkan. Tak lama berselang, dia menghampiri lagi dan bertanya apakah jawaban selanjutnya benar. Saya mempersilahkan untuk menyelesaikan dulu tugasnya. Tapi dia tak beranjak. Sedikit mendesak untuk mengetahui jawaban keduanya benar atau tidak. Saya pun menjawab akan dikoreksi saat semua nomor telah dikerjakan. Tak perlu takut keliru, bila memang telah sungguh-sungguh mengerjakan. Percaya kepada kemampuannya. “Jadi boleh kalau nanti ada yang salah ?” Saya mengangguk. Baru murid saya kembali ke bangkunya.

Di lain waktu, seorang murid mengatakan tidak jadi ikut lomba. Takut tak menang katanya. “Lho? Belum dicoba kok sudah tahu kalau tak juara ?” tanya saya. “Iya,bu. Soalnya kakak bilang aku tak mungkin menang, lawannya hebat-hebat.” Hm…

Pada saat-saat tertentu di kelas, saya meminta anak-anak menyelesaikan sesuatu secara berkelompok dan tanpa saya memberikan petunjuk. Mereka bebas memilih cara penyelesaiannya asalkan semua teman setuju dan rukun. Sesuatu itu kadang berupa kasus berhitung, memutuskan nama kelompok, menyusun puzzle, atau membagi benda secara merata.

Tuesday, 10 January 2012

Mes Profs, Mes Élèves - Guruku adalah Muridku #1

ekspresi unik berbeda
Menjadi guru di sekolah dasar memberikan kesempatan saya untuk belajar banyak hal tentang hidup dari anak-anak. Banyak hal. Kesabaran, kreativitas, percaya diri, berani bercerita, seni tersenyum(hehehehe yang ini jujur masih susah sekali), memberi perhatian, belajar kembali untuk konsisten, bernyanyi, membaca, berhitung, belajar menyulam (meski masih juga berantakan), memasak, dan berbicara dengan benar (penting nih agar anak-anak pun terbiasa dengan bahasa yang benar, tidak bahasa slank atau prokem saja).Terkesan saya berlebihan ya ?

Mungkin iya mungkin juga tidak. Menengok sebentar ke belakang, latar belakang pendidikan saya memang digagas menjadi guru. Tetapi guru anak-anak di usia remaja sebab bahasa asing (kecuali inggris biasanya) tak diajarkan di sekolah dasar. Namun entahlah, dulu setiap ada pembelajaran selain bahasa dan budaya napoleon, tak pernah saya perhatikan. Jangankan tertarik, melirik saja tidak hehehehe. Menjadi guru belum terlintas saat itu. Yang terpikirkan adalah menjadi penterjemah. Selain penterjemah tidak hohohoho. Keren kan ?


Tetapi anak-anak dengan keajaibannya membuka ketertarikan saya dengan dunia mereka.