Bila anak-anak belajar di institusi formal seperti sekolah, ketika ingin mengetahui perkembangannya, kita bisa memantau melalui anekdot yang disampaikan gurunya setiap 3 bulan sekali. Kemajuan atau kekurangan anak bisa terlihat melalui pengamatan gurunya saat mereka di sekolah. Kita tinggal mendengar dan mencocokannya dengan perilaku anak - anak di rumah. Bersama-sama mencari solusi bila diperlukan.
Nah, persoalannya bagaimana untuk yang belajar di rumah ? Siapa yang membuat anekdot ? Ortu ? Yaiyalah, mau siapa lagi masak tetangga hehehehe.
Sulit dong ? Bisa dibilang sulit kalau kita menilainya melalui pengamatan biasa saja. Salah satu kesulitan yang sering dialami praktisi pendidikan rumah adalah melihat perkembangan anak secara jernih dari waktu ke waktu. Interaksi 24 jam sehari dalam satu minggu, membuat kita kerap kurang menyadari akan kemajuan apa yang telah dicapainya. Menganggap semua biasa – biasa saja, nothing special.
Nah, persoalannya bagaimana untuk yang belajar di rumah ? Siapa yang membuat anekdot ? Ortu ? Yaiyalah, mau siapa lagi masak tetangga hehehehe.
Sulit dong ? Bisa dibilang sulit kalau kita menilainya melalui pengamatan biasa saja. Salah satu kesulitan yang sering dialami praktisi pendidikan rumah adalah melihat perkembangan anak secara jernih dari waktu ke waktu. Interaksi 24 jam sehari dalam satu minggu, membuat kita kerap kurang menyadari akan kemajuan apa yang telah dicapainya. Menganggap semua biasa – biasa saja, nothing special.


