‘Nda, duri dan kepala
ikannya nanti buat kucing ya?’ tanya Si Bocah sambil menyisihkan duri-duri ke
pinggir piringnya. ‘Nanti aku saja yang memberikan karena Bunda takut kucing’. Obrolan
sederhana pagi itu ketika sarapan.
Usai makan, Si Bocah
membawa duri dan kepala ikan ke belakang. Kebetulan ada kucing yang baru
melahirkan di belakang. Saya hanya memperhatikan dari jauh. Benar memang saya
tidak suka dan nyaris bisa dibilang takut kucing. Selalu menghindar kalau ada
binatang ini.
Hal itu ternyata
tertangkap di pemahaman Si Bocah. Pernah ketika ada kucing, Si Bocah sampai mengambil
sapu dan berniat memukul si kucing. Ketika ditanya mengapa, jawabannya adalah
agar kucingnya pergi dan bunda tidak takut lagi.

