Pages

Showing posts with label sekolahrumah. Show all posts
Showing posts with label sekolahrumah. Show all posts

Tuesday, 20 September 2016

Selamat Malam, Tidur Nyenyak ya


Saya senang membaca Lima Sekawan karya Enid Blyton sejak kecil. Senang dengan petualangan seru yang dialami oleh 4 saudara dengan anjingnya – Timmy -. Hampir semua sudah saya baca.

Salah satu  yang saya sukai dari buku cerita ini adalah saat mereka berangkat tidur. Ortunya, terutama ibu mereka selalu menemani. Bercerita, mencium, dan mengucapkan selamat tidur. Sederhana ya ? Entah mengapa, saya senang sekali membayangkan senangnya dapat perlakuan seperti itu. Usia saya sd saat itu dan jarang diantar tidur oleh Ibu apalagi mendapat ciuman.

Ibu, seorang guru sekolah dasar, dengan lima anak yang masih kecil-kecil. Ibu adalah seorang pekerja keras. Guru sekolah dasar zaman dulu tentu berbeda dengan guru sekolah dasar zaman sekarang. Terutama masalah finansial. Sepulang dari mengajar, Ibu masih harus repot dengan segala tetek bengek kegiatan domestik. Selepas maghrib pun, beliau masih berkutat dengan kacang hijau yang akan dibuat es lilin.

Wednesday, 31 August 2016

Tumbuh dan Nikmatilah, Tak Perlu Tergesa-gesa


Pagi ini saya membaca beberapa informasi menarik berkenaan dengan kegiatan anak-anak. Hm...ingin sekali ikut. Ada yang mengasah motorik kasar, kunjungan ke sebuah tempat, ikut klub, sampai ikut festival.

Ingin sekali bisa bergabung. Sayang usia minimal adalah 4 tahun dan Si Bocah masih 3 tahunan.
Meski sebenarnya secara kasat mata, Si Bocah ‘pantas’ menjadi anak usia 4 tahun. Postur fisik, kamampuan berbahasa, dan pemahamannya akan sebuah peraturan cukup bagus. Berbaur dengan anak-anak usia 4 tahunan tidak akan terlihat mencolok perbedaannya. Hehehehe...godaan sekali.

Friday, 19 August 2016

Cangkang Telur, Baking Soda dan Cuka

Pagi tadi, di dinding facebook saya ada postingan tentang percobaan sederhana yang bisa dilakukan anak usia 2-3 tahun menggunakan hanya baking soda dan cuka. Judulnya apple volcano experiment. Hm...menarik.
Saya tengok kedua bahan yang dibutuhkan ada meski tidak banyak di dapur. Untuk buah apel yang digunakan sebagai gunungnya, saya ganti dengan botol yakult bekas (karena apel lebih enak dijus hehehehe).
Si bocah cukup antusias mencoba ketika saya perlihatkan gambarnya di sini.