“Bu, aku protes ! Jadi anak saja. Jadi ibu banyak tugasnya!”
“Bu Erna nih, ada-ada saja.”
Heboh. Itulah sebagian reaksi anak-anak perempuan ketika saya membagi mereka ke dalam beberapa kelompok. Rencananya mereka akan bermain peran mengenai peran dalam keluarga.
Untuk anak laki-laki sebaliknya. Sama heboh namun mereka malah berebut menjadi ayah, tidak mau menjadi anak. Semua anak angkat tangan mengusulkan dirinya sendiri menjadi ayah.
“Aku yang jadi ayah saja,bu! Badanku kan besar!”

