Sebuah cerita teman
yang ‘menghukum’ anaknya sebab malas ke sekolah dengan beralasan sakit membuat
saya termenung. Apalagi kemudian si teman tetap keukeuh berpendapat anaknya
harus pergi ke sekolah meski menangis. Bagi ibunya, ke sekolah lebih penting
dan menyenangkan daripada anaknya ngendon
di rumah.
Hm... benarkah ?