Pages

Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts

Sunday, 26 February 2012

Ketika Gadget Masuk Kelas

anak-anak pun menikmati teknologi
Blackberry. iPhone. iPad 2.

Siapa yang disaat sekarang tidak mengenalnya ? Hm…mungkin hanya sedikit yang angkat tangan. Gadget di atas sudah sangat biasa di sekitar kita bukan ? Bahkan mungkin ada beberapa yang terbiasa pula kita gunakan. Hampir sepersekian jam dari 24 jam waktu kita.

Sah-sah saja memang memilikinya. Sangat wajar bagi kita, manusia ini menyukai hal-hal modern berbau teknologi. Bagaimanapun teknologi diciptakan adalah untuk mempermudah dan menyamankan kehidupan umat manusia. Jadi semua orang kalau memang mampu membelinya, memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki hasil kreativitas manusia dalam bentuk gadget-gadget seperti di atas. Siapapun. Apapun profesinya. Termasuk guru.

Guru ? Ya, benar sekali. Guru. Kok guru ?

Tuesday, 21 February 2012

Menjadi Guru Bagi Anak Usia Peniru

usia peniru yang selalu ingin tahu
Hari senin adalah waktunya saya memeriksa kuku dan rambut anak-anak. Memastikan kukunya telah dipotong dan rambutnya bersih. Menjaga dan membiasakan hidup bersih pada anak-anak sejak dini sangatlah perlu sebab kebiasaan baik itu akan dibawa mereka sampai dewasa kelak. Apalagi kalau mereka mengerti mengapa harus menjaga kebersihan.

Anak-anak pun saat ini cukup paham untuk selalu menjaga kebersihan. Meski memang memahamkan mereka memerlukan proses dan tidak bisa langsung sekejapan. Ada serangkaian aktivitas. Bercerita, konsistensi, ketelatenan, keteladanan, juga konsekuensi.

Bergaul dengan anak-anak di usia perkembangan (kelas 1 dan kelas 2 sekolah dasar), sebagai para dewasa, kita pun harus selalu ingat bahwa mereka adalah pengamat sekaligus peniru ulung. Segala hal akan menarik perhatian. Segala hal akan menjadi bahasan. Segala hal akan bisa ditiru. Semua bebas nilai di pemahaman mereka. Apapun yang mereka lihat, baik itu benar atau salah, baik atau buruk, akan mereka tiru. Tugas kita adalah memberi pemahaman dan pendampingan.

Wednesday, 11 January 2012

Mes Profs, Mes Élèves - Guruku adalah Muridku #2

Memiliki murid dengan beragam sifatnya di titik tertentu pasti merepotkan. Apalagi saat pembelajaran. Diperlukan strategi tersendiri  sebab bila tidak memiliki cara yang pas, bisa-bisa kita akan time’s  down duluan (meniru ucapan seorang murid yang senang sekali mengatakan kata ini). Nah, saat-saat mencari strategi inilah saat-saat merepotkan menurut saya. Seperti besok mau ujian rasanya.

Jadi sebenarnya, siapa guru dan siapa muridnya ?

Yups, benar sekali. Saya sepakat bila jawabannya tidak perlu diperdebatkan hehehehe. Kata Gus Dur ‘Gitu aja kok repot’. Yang penting, semuanya, baik guru maupun murid adalah tak lelah untuk selalu belajar, belajar, dan belajar.

berkompetisi dengan jujur itu penting
Tadi di kelas, saya mencoba strategi baru dengan murid-murid. Menumbuhkan jiwa berkompetensi sekaligus kesabaran dan toleransi. Waduw… rumit sekali ya ?