‘Hujan! Boleh menangkap
airnya ?’ tanya Si Bocah kegirangan. Saya amati hujannya tenang. Deras namun
tidak berangin dan tidak petir. Saya pun mengangguk yang disambut teriakan
kegirangannya lari keluar. Dengan riang, dia menangkap air dengan tangannya.
‘Basah!’ serunya sambil tertawa.
Jadi ingat dulu saat pertama
kali Si Bocah boleh hujan-hujanan. Ketika itu kami masih di rumah ortu. Si
bocah belum genap 2 tahun. Namun, setiap hujan turun, dia selalu tertarik
melihat tetesan air yang jatuh. Kepalanya kerap melongok ke pintu. Saya pun
akhirnya ajak dia ke teras saat hujan datang. Awalnya, hanya yang tangan mencoba
menyentuh air yang turun dari atap.


