Pages

Showing posts with label anak-anak. Show all posts
Showing posts with label anak-anak. Show all posts

Monday, 25 April 2016

Si Bocah dan Hujan

‘Hujan! Boleh menangkap airnya ?’ tanya Si Bocah kegirangan. Saya amati hujannya tenang. Deras namun tidak berangin dan tidak petir. Saya pun mengangguk yang disambut teriakan kegirangannya lari keluar. Dengan riang, dia menangkap air dengan tangannya. ‘Basah!’ serunya sambil tertawa.

Jadi ingat dulu saat pertama kali Si Bocah boleh hujan-hujanan. Ketika itu kami masih di rumah ortu. Si bocah belum genap 2 tahun. Namun, setiap hujan turun, dia selalu tertarik melihat tetesan air yang jatuh. Kepalanya kerap melongok ke pintu. Saya pun akhirnya ajak dia ke teras saat hujan datang. Awalnya, hanya yang tangan mencoba menyentuh air yang turun dari atap. 

Thursday, 21 April 2016

Perasaan Aman Bukan Rasa Takut, Ibu

Hujan sangat lebat. Petir menyambar sambung menyambung dengan suara menggelegar. Kulihat Si Bocah cukup tenang. Hanya sesekali melihat ke arah saya lalu kembali meneruskan aktivitas mengguntingnya. Tidak terganggu dengan suara ribut di luar. Saya pun merasa lega.

Dulu, saat hujan dan petir datang, Si Bocah pasti lari mencari saya sambil menutup telinganya minta dipeluk. Kilatan cahaya disusul suara keras bersahut-sahutan membuatnya tidak nyaman dan ketakutan. Saya sendiri ketika baru mendengar petir dan guntur keras sekali juga di kota ini. Awalnya, saya pun merasa tak nyaman. Namun, melihat kondisi Si Bocah yang ketakutan, mau tidak mau saya tepis rasa takut untuk menenangkannya.

Monday, 18 April 2016

Tidur Tepat Waktu

 dari sini
‘Yuk, waktunya tidur’, ajak saya kepada Si Bocah ketika jam menunjuk angka 8.’Sebentar lagi’, adalah jawaban yang hampir selalu saya dengar. Jarang sekali langsung mengiyakan. ’10 menit lagi ya.’ Si Bocah mengangguk lalu kembali asyik dengan aktivitasnya. Mendekati 10 menit, saya pun mengingatkan. Tanpa banyak kata, Si Bocah merapikan mainannya kemudian menghampiri saya untuk membersihkan diri bersiap tidur.

Sudah ? Hanya seperti itu ? Tidak ada drama atau cerita seru yang lain ? Iya, hanya seperti itu.

Saturday, 9 January 2016

Menjadi Ibu Warna Warni

Pelangi, pelangi alangkah indahmu
Merah kuning hijau di langit yang biru
Pelukismu agung, siapa gerangan ?
Pelangi, pelangi ciptaan Tuhan

Hore ! Teriak Si Bocah sambil bertepuk tangan. Kebiasaannya setiap usai bernyanyi. Si bocah memang sedang suka dengan semua yang bernuansa pelangi. Lagu pelangi versi banyak bahasa, rainbow cake, atau apapun yang warnanya lebih dari tiga. “Bagus ya,Nda. Berwarna-warni seperti pelangi”, komentarnya selalu bila melihat sesuatu yang mengandung unsur banyak warna. Ah, Si Bocah yang belum genap tiga tahun namun sering membuat saya belajar banyak hal darinya.