‘Bukan Mbak, Nda.
Budhe. Bukan Ibu, tapi Yangti. Bukan Bapak, tapi Yangkung. Bukan Obi, tapi Ayah
Obi.’ Protes Si Bocah hampir satu bulan terakhir ini. Mengkritisi bagaimana
kami memanggil orang-orang di sekitar. Harus sama dengan caranya memanggil. Bila ada yang tidak sesuai, harus dibenarkan
segera.
Kalau tidak ? Kalau
tidak, Si Bocah akan terus meminta kita membenarkan panggilan yang diucapkan sesuai
dengan yang dimintanya. Ngintili kemana
pun kita pergi sambil meminta mengoreksi panggilan yang ada.
