Kamis, 03 Mei 2012

Lapbook Masuk Kelas

mengapresiasi
karya teman
‘Wah, kita akan membuat lapbook lagi, Bu ? Tentang apa sekarang ? Pasti seru!’
‘Iya nih, sudah tidak sabar.’

Itulah reaksi anak-anak ketika saya mengatakan akan membuat lapbook lagi. Semangat seperti biasa. Anak – anak memang sudah akrab dengan kata lapbook. Sejak pertama kali saya mencoba membuat ‘proyek kecil’ ini, mereka suka dan menikmati proses pembuatannya. Semua karya yang dilakukan pasti mereka minta untuk diletakkan di lapbook. Cukup bangga dengan lapbook-nya. Memamerkannya kesana kemari.

Sebenarnya apa sih lapbook itu ?

Minggu, 29 April 2012

I Can See The Sun, Mam !


Look, there is a circle around the sun !

‘Wah, kok pakai kacamata hitam ke sekolah?’ tegur seorang teman guru kepada murid saya suatu pagi saat melihatnya berjalan menuju kelas. Yang ditegur hanya mengangguk dan menjawab singkat kalau saya minta dan ini demi sains. Wah…

‘Gaya sekali muridmu itu, Bu.Namun bersemangat.’ Sambil senyum-senyum, teman guru saya bercerita. Saya ikutan tersenyum juga mendengar ceritanya. Saya dan teman guru ini sama-sama paham tentang murid yang sedang dibahas karena saat duduk di kelas satu, teman guru saya inilah  yang menjadi guru kelasnya.

Sabtu, 28 April 2012

Di Semifinal Olimpiade Sains Kuark

Jam baru menunjukkan pukul enam pagi ketika telfon saya berbunyi. Mengabarkan seorang murid telah sampai di sekolah. Wah…pagi sekali ! Padahal jam berkumpulnya masih tiga puluh menit lagi. Segera saya bergegas untuk ke sekolah. Bukan apa-apa, kasihan murid saya sendirian di sekolah sebab hari sabtu sebenarnya mereka libur jadi  sekolah sepi dan hanya ada pak satpam saja. Belum lagi tiba-tiba gerimis datang.
para pengemban ingin tahu
Ketika saya datang, ternyata telah banyak yang datang. Terlihat bersemangat sekali. Menunjukkan pensil mereka yang sudah diraut, penghapus, dan kartu tanda pesertanya. Siap bertanding. Hm…senang melihat semangat mereka.

Rabu, 25 April 2012

Hore ! Kita Menemukan Indonesia !


indonesia raya

“Ke perpustakaan lagi ? Waw… asyik! Kita nanti boleh menemukan Indonesia lagi setelah membaca buku, Bu ?” tanya murid-murid saya. Saya pun tersenyum dan mengangguk. Serentak semua anak dengan penuh semangat merapikan alat-alat tulisnya. Siap ke perpustakaan. Siap membaca. Siap menemukan Indonesia. Kegiatan yang tidak boleh mereka lewatkan.

Menemukan Indonesia ? Maksudnya ?

Ya, benar. Menemukan Indonesia. Anak-anak saya, murid kelas 2 sekolah dasar adalah anak-anak di usia perkembangan yang imajinatif dan kreatif. Begitu banyak ide mereka. Bila belajar hanya dimaknai dengan duduk diam dalam suasana tenang, sungguh bisa dipastikan tidak akan sesuai dengan gaya belajar anak-anak. Kebetulan memang hampir semua anak di kelas memiliki gaya belajar kinestetik. Gaya belajar yang mengharuskan tubuh untuk selalu bergerak.

Minggu, 22 April 2012

Ice Breaking Dalam Pembelajaran


bernyanyi dan bergerak
memunculkan semangat
Menjadi guru  kelas rendah (kelas 1,2, dan 3) di sekolah dasar memberi kesempatan kepada saya untuk belajar tentang psikologi anak. Mengamati dan mengikuti perkembangan mereka setiap hari di sekolah. 

Saat mereka tertawa, saat mereka senang, saat mereka sedih, saat mereka bertengkar dan berselisih paham, saat mereka bersemangat, saat mereka heboh dengan segala cerita dan pertanyaannya, saat mereka ketakutan dan malu, saat mereka merasa malas, dan saat-saat mereka duduk sendirian di sebuah sudut kelas.

Meskipun mereka sering tidak bisa mengatakan dengan jelas apa yang dirasakannya atau malah hanya diam saja sambil menahan aair mata, namun bila kita amati, terlihat juga di raut anak-anak. Termasuk pula saat mereka jenuh di kelas.