Sabtu, 11 Mei 2013

Antara Sains dan Pembentukan Karakter

kreativitas perlu ditunjang perilaku yang baik

Ah, lama sekali  blog secangkirkopi ini terbengkalai. Kerepotan baik di sekolah maupun kemalasan yang hadir tiba-tiba (maunya bermalas-malasan terus) saat hamil disusul melahirkan anak, membuat blog ini sempat merasa. Ah, sayang memang namun begitulah hidup. Kadang kita bersemangat sekali, kadang kita loyo atau putus harapan hehehehe.

Sebuah cara berkelit untuk langsung mengatakan kalau saya sedang malas menulis hehehehehe.

Namun entah mengapa, satu minggu terakhir sebelum masa cuti  selesai, tiba-tiba saya ingin kembali mengisi blog ini. Eh, bukan tiba-tiba ding…, orang semua pasti ada awal mula dan sebab musababnya hehehehe. Ngaco ya tulisannya, maaf baru pemanasan setelah vacuum sekian lama.

Minggu, 03 Februari 2013

Ah...Sudah Kebiasaannya, Wajar Kalau Bisa !

ketrampilan yang
semoga menjadi kebiasaan
‘Ah, dia kan bisa karena sudah biasa melakukannya. Wajar saja’. Kita mungkin pernah mendengar pernyataan seperti itu,  atau mungkin kita sendiri yang mengatakannya ketika mengkomentari akan kemampuan seseorang. Komentar yang kesannya bernada sirik ya ? hehehehehe. Tapi sudahlah, entah sirik atau senang itu hanya beda persepsi saja.

Lepas dari memang sudah menjadi kebiasaan, sebuah kebisaan itu bisa dikuasai selalu melalui jalan yang namanya proses. Yeah…proses. Kerap kali proses itu pun menyakitkan. Diperlukan kesabaran, ketlatenan, dan mungkin menahan rasa sakit untuk mencapai kebisaan yang akan menjadi kebiasaan itu.

Sabtu, 02 Februari 2013

Waw… it’s a Magic !

ekspresi bersemangat
Sorak anak-anak heboh sekali melihat magnet yang saya pegang menarik paper clip cukup banyak secara bersamaan. ‘Aku mau mencobanya juga ya,bu?’ pinta mereka. Kemudian, secara bergantian, mereka pun mencoba memegang magnet dan clip paper. Semua anak mencoba. Semua anak merasakan serunya saat magnet itu menarik benda-benda kecil dari logam tersebut. Semua anak pun belajar sains. Ya, sains. Mengenalkan sebab benda-benda bisa bergerak. Salah satunya menggunakan magnet.

Saya ingat akan serangkaian kata bijak ini ; saya dengar saya lupa, saya lihat saya ingat, saya melakukan dan saya mengerti.

Minggu, 25 November 2012

Seri Belajar Bahasa (part 1)

membaca memperkaya kosakata
‘Ha…aku tahu kata yang huruf depannya c. Ciyus ! benar tidak, Bu ?’kata seorang murid dengan penuh semangat. Terlihat senang saat berhasil menemukan satu kata yang saya minta. Nah lo…kalau sudah seperti ini bagaimana ?Mau dibenarkan atau disalahkan ? Dibenarkan, jelas-jelas itu bukan bahasa Indonesia yang benar, kalau mau disalahkan, hampir setiap hari kata itu muncul sebagai iklan di stasiun televisi.

Cukup prihatin sebenarnya melihat kondisi kebahasaan di saat-saat sekarang ini pada anak-anak. Bukan salah mereka sebenarnya bila kemudian mengenal bahasa-bahasa ‘aneh’ yang ‘gaul’ seperti ini sebab memang di masyarakat kita, bahasa inilah yang berkembang dan populer.

Minggu, 18 November 2012

Mengajarkan Konsekuensi Tanpa Ancaman Kepada Anak

semoga ekspresi ini tetap bertahan sampai dewasa

Okay, time is up. Jarum panjang sudah berada di angka dua belas’, segera saja anak-anak pun tanpa banyak memprotes (lagi) merapikan mainan yang digunakan ataupun buku yang dibacanya. Mereka telah paham bila acara bebas bermain telah usai dan harus duduk di karpet untuk aktivitas selanjutnya.

‘Wah, otomatis ya, bu?’ komentar seorang teman guru baru yang kebetulan berada di kelas. Saya tersenyum. ‘Pembiasaan saja, bu.’

Ya, memang apa yang anak-anak lakukan adalah hasil dari sebuah pembiasaan. Pembiasaan yang dilakukan terus menerus dan konsisten selama hampir 3 bulan pertama di kelas satu.