Senin, 25 Juli 2016

One by One di Lebaran Pertama Si Bocah

dari sini
‘Hari ini kita berkunjung ke rumah gurunya Bunda, ya?’ tanya saya disambut anggukan kecil Si Bocah. ‘Kalau di sana, mengambil kuenya…?’

‘One by one’, jawabnya mantab. Saya pun tersenyum dan mengajaknya tos. Kesepakatan kecil yang selalu saya lakukan sebelum berangkat ke suatu tempat (terutama berkunjung ke rumah seseorang) sejak usianya genap 3 tahun dan mulai mengerti aturan sederhana.

Lebaran tahun ini adalah lebaran pertama kalinya Si Bocah berkunjung ke rumah orang lain dengan aturan one by one. Mengambil kue atau makanan apapun itu satu per satu. Satu dihabiskan dulu, baru mengambil lagi. Tidak langsung mengambil banyak dalam satu genggaman apalagi pakai di masukkan ke dalam kantong baju segala hehehe.

Kamis, 23 Juni 2016

Biarlah Anak-anak Memiliki Imajinasinya Sendiri

Pensil warna siap. Daun kering siap. Lem ada. Buku gambar juga sudah tersedia. Sekarang saatnya bersenang-senang, yeay! Si Bocah pun dengan sigap membuka halaman buku gambar. Saat itu agenda berkegiatannya adalah berkreasi dengan daun kering. Ditempel sekaligus diberi gambar agar menarik.

dari sini
Saya  sempat mencari referensi di internet tentang kegiatan ini. Melihat contohnya, pasti kita semua sepakat kalau itu bagus sekali.  Kreatif dan lucu-lucu bukan?
dari sini
Jujur, saya pribadi kalau untuk berkegiatan atau bahkan berimajinasi seperti ini hanya bisa melambaikan tangan sambil cepat-cepat menghindar. Nyerah dengan kegiatan yang artsy seperti ini hehehehe (meski saya suka melihat pameran seni rupa lho).

Rabu, 22 Juni 2016

Berjejaring, Silaturahmi ala Ortu Homeschooling

Hari Sabtu minggu yang lalu, bersama Si Bocah saya mengikuti acara komunitas Kerlap berbagi ilmu parenting dan buka puasa bersama. Acaranya menarik. Mbak Wanda dan Mbak Eka yang merupakan founder komunitas menceritakan pengalamannya mengikuti Bincang Seru Homeschooling (Binser HS) beberapa waktu yang lalu, serta Paman Ian yang juga berbagi pengetahuan dari hasil ikut kegiatan kampung komunitas Ibu Septi di Salatiga.

Ini kali pertama saya ikut kegiatan komunitas selain playdate. Itu pun saya bicarakan dulu dengan Si Bocah apakah mau datang atau tidak. Kalau menuruti saya pribadi, jelas ingin bergabung sebab selain akan banyak masukan menarik tentang pola pengasuhan anak, juga ingin berkenalan dengan para praktisi pendidikan rumah yang lain. Namun, yang berkegiatan kan bukan hanya saya, Si Bocah juga. Syukurnya, gayung keinginan saya bersambut, Si Bocah setuju datang ke acara tersebut. Yes! Mari kita berjejaring.

Senin, 20 Juni 2016

Bebas Menggambar Dengan Senang

Lingkaran kecil, lingkarang kecil, lingkaran besar
Lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran besar
Diberi telinga, diberi telinga, lalu tertawa
Enam, enam, tiga puluh enam
Enam, enam, diberi sudut

Yeay! Teriak Si Bocah di akhir lagu. Biasanya, kami mengulang lagunya sambil menggambar lagi beberapa kali. Setelah itu, Si Bocah akan dengan asyik menghapus hasilnya sambil tertawa. Bila semuanya terhapus, minta dibuatkan kembali.

Ketika itu, kami masih rumah kakek neneknya Si Bocah. Kondisi lingkungan yang masih alami memungkinkan kami menggambar di tanah memakai ranting kayu. Si Bocah pun belum tertarik memegang alat tulis dan lebih menyukai gambar-gambar besar yang bisa dia hapus dengan kakinya saat itu.

Jumat, 17 Juni 2016

Dua Luka di Jari Pagi ini

Di lantai bawah terdengar suara riang tawa Si Bocah diselingi obrolan ringan dengan ayahnya. Terdengar asyik. “Gantian aku yang aduk ya ?” Tanya Si Bocah disusul suara tawa. “Adonannya jadi coklat semua, Ayah. Lihat!” Ayahnya mengiyakan.

Pagi itu mereka sepakat membuat pancake bersama. Mulai dari menyiapkan bahan sampai membuat adonan. Si Bocah suka sekali makan pancake. Dia ingin membuatnya bersama ayahnya kali ini, bukan bersama bunda. Kenapa ? tanya saya. “Karena Ayah di rumah hari ini, ga kerja.”